Kamis, 12 Februari 2015

Listrik Statis

      A.     Macam-macam muatan listrik
muatan listrik dibagi menjadi 2 :
1) muatan listrik negative

2) muatan listrik positif

B. Konsep muatan listrik

Bagian-bagian atom :
a) muatan atom dan jenis muatan atom
- atom bermuatan positif apabila jumlah proton lebih banyak dari pada jumlah  electron
- atom bermuatan negative apabila jumlah electron lebih banyak dari pada jumlah proton
- atom tidak bermuatan (netral) apabila jumlah proton sama dengan jumlah electron.


      C.    Induksi listrik

Adalah peristiwa pemisahan muatan dalam suatu benda karena didekati oleh benda lain yang bermuatan.
Alat untuk menyelidiki ada tidaknya muatan listrik
Elektroskop adalah alat untuk menyelidiki ada tidaknya muatan pada suhu benda.
Hukum coulomb

Berbunyi : “gaya listrik antara dua benda bermuatan sebanding dengan muatan masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak 2 benda tersebut”

Rumus: 
Contoh:

       (1).  Medan listrik
              Adalah ruangan-ruangan disekitar benda bermuatan listrik yang masih                                     dipengaruhi gaya listrik. Medan listrik dapat dinyatakan sebagai garis-garis gaya                   dengan arah dari muatan     positif ke muatan negative. Kuat medan listrik                               muatan Q Yang Dirasakan Muatan  Q 2           Adalah:
           
              Keterangan E = Kuat medan Listrik Muatan
                                    F = Gaya Coulomb Yang Bekerja pada  Q (N)
                                   Q 2 = Muatan Listrik ke-2 (c)
     
                Contoh garis-garis gaya antara 2 jenis muatan 

               Kuat medan listrik dapat dinyatakan dengan kerapatan garis-garis gaya listrik.                        Sedangkan energy potensial listrik adalah muatan listrik dari suatu titik ke titik                      lainnya.
       (2).  Potensial listrik
               Electron bergerak dari pelat B ke pelat A. arah gerak electron berlawanan dengan                    arah garis gaya listrik.
Potensial Listrik dapat dirumuskan:
         
                ket. V = Listrik potensial (Volt)
                       Q = Muatan (coulomb)
                      W = usaha (joule)
                Jadi potensial listrik adalah usaha untuk memindahkan muatan listrik sebesar 1                       coulomb dari satu titik ke titik lain.



Senin, 09 Februari 2015

Kerajaan Islam Di Indonesia



A.  Kerajaan Samudera Pasai
Kerajaan ini didirikan pada abad ke-11 m, oleh meurah khair. Terletak dipesisir timur laut aceh. Penguasa kerajaan samudera pasai terdiri atas 2 dinasti, yaitu :
(1). Dinasti Meurah Khair
Pendiri pertama kerajaan samudera pasai adalah Meurah Khair yang bergelar Maharaja Mahmud Syah (1078-1133 m). Diteruskan oleh Maharaja Gisyasuddin Syah (1133-1155 m), lalu dilanjutkan oleh Maharaja Nurudin (Meurah Noe) pada tahun 1155-1210 m.

(2). Dinasti Meurah Silu
Meura silu bergelar Sultan Malik As-Shaleh (1285-1297 m). Dia merupakan keturunan raja perlak. Meurah silu menikah dengan puteri Ganggang Sari, anak raja Perlak. Raja-raja yang pernah memerintah dikerajaan samudera pasai adalah :
1. Sultan Malik As-Shaleh (1285-1297 M)
2. Sultan Muhamad Malik Zahir (1297-1326 M)
3. Sultan Mahmud Malik Zahir (1326-1345 M)
4. Sultan Mansyur Malik Zahir (1345-1346 M)
5. Sultan Ahmad Malik Zahir (1346-1383 M)
6. Sultan Zainal Abidin (1383-1403 M)

Pada masa pemerintahan sultan zainal abidin, kekuasaannya meliputi daerah kedah di semenanjung Malaya. Dalam dakwahnya ia mengirimkan maulana malik Ibrahim dan maulana ishak.
Bukti kemakmuran kerajaan samudera pasai adalah dengan adanya cerita dari tome peris, seorang pelancong portugis. Silsilah raja-raja ditemukan pada  silsilah tawarikh raja aceh atau batu nisan ratu pasai dari Gujarat.

B.  Kerajaan malaka
1. Iskandar syah (1396-1414 m)
Iskandar syah awalnya adalah seorang pangerang dari kerajaan majapahit yang melarikan diri stelah majapahit kalah dalam perang paregreg. Nama asli iskandar syah adalah paramisora. Ia melarikan diri bersama pengikutnya ke semenanjung malaka dan membangun kerajaan baru yaitu kerajaan malaka. Nama iskandar syah ,merupakan nama islam yang diperoleh setelah ia menjadi pemeluk agama islam.

2. Muhammad iskandar syah (1414-1424 m)
Ia merupakan putra mahkota dari iskandar syah. Ia berhasil menguasai wilayah semenanjung Malaya. Ia juga berhasil menguasai jalur perdagangan di selat Malaya.
Ni
3. Sultan muzafar syah (1424-1458 m)
Setelah menguasai tahta kerajaan muzafar syah menggunakan gelar sultan yang merupakan gelar raja-raja dalam kerajaaan islam.
4. Sultan mansyur syah
5. Sultan alaudin syah
6. Sultan Mahmud syah

C.  Kerajaan aceh Darussalam
Kerajaan aceh darussalam didirikan pada tahun 1511 m. Kerajaan aceh Darussalam berlokasi di daerah hulu pulau sumatera, atau ujung pantai aceh yang disebut sebagai aceh besar. Raja pertama kerajaan aceh Darussalam adalah sultan ali mugayat syah.
Raja-raja yang pernah memerintah kerajaan aceh Darussalam :
(1). Sultan ali mugayat syah
(2). Sultan salahuddin
(3). Sultan alauddin ri’ayat syah-al qahar
Pada masa pemerintahan sultan alauddin, terdapat beberapa pengaruh islam dengan mengirim banyak para mubalig ke pulau jawa. Salah satunya adalah syarif hidayatullah atau sunan gunung jati. Ia adalah seorang ulama aceh keturunan raja samudera pasai.


(4). Sultan iskandar muda/ darma  wangsa perkasa alam syah
Selama masa pemerintahan sultan iskandar muda, ia diberikan gelar darma wangsa perkasa alam syah. Ia memerintah pada tahun 1607-1636 m. pada masa pemerintahan sultan iskandar muda, kerajaan aceh Darussalam mengalami masa kejayaan. Wilayah kekuasaanya makin luas sampai daerah semenanjung Malaya atau Malaysia.
Dalam struktur kerajaan aceh Darussalam, kekuasaan terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kaum bangsawan yang bergelar teuku dan kelompok kaum ulama yang bergelar tengku. Saat itu juga system kemasyarakatan yang terbentuk tetap bersifat feodalisme. Dua kelompok tersebut selalu terlibat dalam persaingan pengaruh dalam masyarakat. Akibatnya kerajaan aceh Darussalam terdapat beberapa aliran islam yang sering terjadi pertentangan. Terutama pertentangan antara aliran syiah dan aliran ahlus sunah waljamaah.
Dalam kerajaan aceh Darussalam terdapat persamaan derajat (gender) antara kaum laki-laki dan perempuan baik dari segi bermasyarakat maupun dari segi pendidikan. Masyarakat kerajaan aceh Darussalam sangat dipengaruhi oleh ajaran islam, sehingga kebudayaan setempat juga mendapat pengaruh budaya islam. Dalam kekuasaan kebangsawanan, wilayah kerajaan aceh Darussalam terbagi dalam daerah-daerah kehulubalangan yang dikepalai oleh uleebalang.
Setelah sultan iskandar muda wafat, masa pemerintahan dilanjutkan oleh seorang putera raja yang bernama puteri sri alam permaisuri yang bergelar sultan tajul alam safiatuddin syah (1641-1675 m)

 (5). Sultan iskandar sani
Pada masa pemerintahan sultan iskandar sani ada 2 orang sastrawan yang terkenal yaitu nurudin arraire dan hamzah pansuri. Ada dua sajak yang terkenal yaitu ;
1. sajak bustanussalatin
2. hikayat putrou gembok meuh

Beberapa factor yang ,menjadi penyebab runtuhnya kerajaan aceh Darussalam :
1. Tidak mampu mempertahakan wilayah aceh
2. Terjadi perpecahan antar kelompok
3. Lemahnya control pemerintah pusat

Pada akhir abad ke-16 perekonomian kerajaan aceh Darussalam mulai membaik. Aceh Darussalam menjadi produsen rempah-rempah yang terkenal dikalangan pedagang. Perdagangan dikerajaan aceh Darussalam meliputi ; lada, timah, beras, emas, perak, tekstil, porselen, dan minyak wangi. Kehidupan masyarakat kerajaan aceh Darussalam terpengaruh dengan 2 perpaduan yaitu ;
(1). Adat istiadat tradisional
(2). Ajaran agama islam

D.  Kerajaan demak
Kerajaan demak adalah kerajaan islam  dipulau jawa, terletak dikota demak pada abad ke-16 m. Raja kerajaan demak yang pertama adalah raden patah (1500-1518 m). Ia bergelar senopati jimbun ngabdurrahman panembahan Palembang sayidin panatagama. Ia menjadi raja dinobatkan oleh para wali yang dipimpin oleh sunan ampel denta. Wilayah kekuasaanya meliputi daerah jepara, tuban, Palembang, jambi, dan beberapa daerah di Kalimantan.
Budaya islam yang dibangun pada masa pemerintahan raden patah adalah mesjid agung demak yang hingga sekarang masih terjaga. Raden patah memiliki seorang putera yang bernama pati unus. Raden patah wafat pada tahun 1518 m. Tampuk pemerintahan dilanjutkan oleh puteranya, pati unus (1518-1522 m/ 3 tahun). Raja demak yang ke-3  bernama sultan ternggono yang dilantik menjadi raja demak oleh sunan gunung jati. Sultan trenggono bergelar ahmad abdul arifin. Pada masa sultan trenggono kerajaan demak mengalami masa keemasan/kejayaan.
Sultan trenggono mengirimkan fattahillah ke banten. Kemudian fatahillah dapat menaklukan benten. Kesultanan Cirebon yang dipimpin oleh syarif hidayatullah. Sultan trenggono menguasai wilayah jawa tengah dan jawa timur. Sultan trenggono wafat pada tahun 1546 m.
Setelah wafatnya sultan trenggono, kerajaan demak mengalami kemunduran akibat perebutan kekuasaan antara sunan prawoto dan arya panangsang, alasannya karena arya panangsang merasa lebih berhak atas tahta kerajaan demak. Perebutan kekuasaan ini berkembang menjadi konflik politik yang menyebabkan sunan prawoto dan adiknya (pangeran hadiri) meninggal karena dibunuh oleh arya panangsang. Arya panangsang dibunuh oleh jaka tingkir (menantu sultan trenggono). Sehingga jaka tingkir menjadi raja kerajaan demak.

E.   Kerajaan banten
Raja-raja yang pernah memerintah kerajaan banten ;
A. Maulana hasanuddin (1552-1570 m)

F.   Kerajaaan mataram
Nama-nama raja yang pernah memerintah kerajaan mataram :
a. Sutawijaya (1575-1601 m)
b. Mas jolang/ panembahan sedo krapyak (1601-1613 m)
c. Sultan agung hanyokrokusumo (1613-1645 m)
d. Amangkurat I
e. Amangkurat II (1677-1703 m)

Raja yang ingin menguasai Batavia adalah sultan agung. Ia mengirim pasukan yang dipimpin oleh baureksa dan dibantu oleh adipati ukur dan suro agul-agul. Usahanya gagal dan ia wafat paada tahun 1645, dimakamkan di imogiri.
Kerajaan mataram terbagi 2 daerah, yaitu daerah kesultanan Yogyakarta dan kasuhuan Surakarta. Kesultanan Yogyakarta dipimpin oleh raja mangkubumi. Sedangkan kasuhuan Surakarta dipimpin oleh susuhan pakubuwono III.
Kebudayaan kejawen yang merupakan akulturasi kebudayaan jawa asli, hindu, budha dan islam. Sedangkan upacara grebeg adalah upacara pemujaan roh nenek moyang berupa kenduri gunungan yang merupakan tradisi zaman kerajaan majapahit. Kerajaan mataram terletak di kota gede, sebuah kota dekat Yogyakarta saat ini.

G.  Kerajaan goa dan tallo
Kerajaan goad an tallo terletak di Sulawesi selatan dan dikenal sebagai kerajaan makasar. Setelah datang dato  ri bundoing, baru  raja-raja makasar memeluk islam. Raja yang pertama kali masuk islam adalah sultan alaudin yang berkuasa pada tahun 1591-1638 m.
Dimakasar juga terdapat raja yang menentang belanda, yaitu sultan hasanudin yang berkuasa pada tahun 1653-1669 m. dan dia mendapat julukan ayam jantan dari timur.
Raja-raja yang pernah memerintah kerajaan di makasar adalah :
a. sultan alaudin (1591-1638 m)
b. Muhammad said (1639-1653 m)
c. sultan hasanuddin (1653-1669 m)

H.  Kerajaan ternate dan tidore
Penghasilan utama kerajaan ternate dan tidore adalah rempah-rempah misalnya cengkeh dan pala. Nama raja ternate dan tidore yang berhasil mengusir portugis adalah sultan baabullah. Portugis juga mendirikan sebuah benteng yang diberinama dengan benteng sao paolo.
Nama raja ternate dan tidore yang ke-1 adalah sultan hairun dan yang ke-2 adalah sultan baabullah. Sultan hairu wafat pada tahun 1570 m pada saat ditawan oleh bangsa portugis. Dan portugis di curigai sebagai dalang dari pembunuhannya.


Kamis, 05 Februari 2015

LAPORAN


A.  Pengertian Laporan
Laporan adalah jenis dokumen yang berisikan paparan peristiwa atau kegiatan yang telah dilakukan seseorang atau kelompok atas dasar tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Ciri-ciri laporan yang baik adalah sebagai berikut :
1.      Ditulis dalam bahasa yang baik dan jelas. Tidak menimbulkan salah pengertian.
2.      Disertai dengan data yang akurat dan meyakinkan.
3.      Menarik dan enak dibaca

B.  Jenis-Jenis Laporan
1.    Laporan berbentuk formulir isian
Jenis laporan ini ditulis dalam blangko daftar isian. Laporan semacam ini biasanya bersifat rutin.

2.    Laporan berbentuk surat
Bila penulis memutuskan untuk mempergunakan surat dalam laporannya, maka nada pendekatan yang bersifat pribadi memegang peranan penting. Bentuknya biasanya lebh panjang daripada bentuk surat pada umumnya.

3.    Laporan memorandum
Bentuknya mirip dengan laporan berbentuk surat. Hanya saja isinya lebih singkat. Laporan berbentuk ini biasanya digunakan dalam hubungan kerja antara atasan dengan bawahan.

4.    Laporan perkembangan
Adalah jenis laporan yang bertujuan untuk menyampaikan perkembangan atau perubahan atas suatu kegiatan yang tengah dilakukan dalam mencapai suatu sasaran yang telah ditentukan. Sebaliknya, laporan keadaan adalah sejenis laporan yang menggambarkan suatu kondisi atau keadaan sesuatu hal sampai rentan waktu hal tersebut dilaporkan.

C.  Cara-cara
Hal-Hal Yang harus diperhatikan :
1.    Nama kegiatan
2.    Pendahuluan
3.    Tujuan kegiatan
4.    Siapa pelaksananya
5.    Waktu kegiatan
6.    Tempat kegiatan
7.    Bagaimana pelaksanaannya

8.    Kesimpulan dan saran

Senin, 02 Februari 2015

Wawancara


A.  Pengertian
Wawancara adalah proses dialog antar orang yang mencari informasi dengan orang yang memberikan informasi. Pemberi  informasi biasanya adalah seorang yang ahli dalam pakar, yang menjadi spesialis dalam satu bidang tertentu, atau yang dianggap mengenal dan mengetahui suatu masalah secara baik.
Sipenanya mengharapkan informasi yang luas dan lengkap atas apa yang ditanyakan. Agar dapat melaksanakan wawancara dengan lengkap, sebaiknya dilakukan persiapan-persiapan. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah menyusun pokok pertanyaan yang akan digunakan dalam wawancara. Perhatikanlah petunjuk cara menyusun pertanyaan berikut ini ;
1.    Pertanyaan-pertanyaan disusun untuk memperoleh informasi dan data yang diperlukan sesuai dengan tujuan wawancara yang telah ditentukan.
2.    Pertanyaan tidak terlalu penjang. Setiap pertanyaan hendaknya hanya menanyakan satu hal.
3.    Kalimat pertanyaan disusun singkat dan jelas.
4.    Pertanyaan-pertanyaan yang disusun hendaknya mendiskusikan dengan banyak pihak, terutama dengan orang yang lebih memahami persoalan-persoalan yang hendak ditanyakan.

B.  Proses berwawancara
1.    Pendahuluan
Pewawancara membuat janji dengan narasumber mengenai kesediaannya untuk diwawancara. Pewawancara diharapkan  untuk memberitahukan tujuan materi yang akan ditanyakan, serta tempat dan waktu pelaksanaannya.

2.    Pembukaan
Sebagai awal pembicaraan, pewawancara hendaknya tidak langsung membawa narasumber kepada pokok persoalan. Awalilah dengan pembicaraan ringan serta sikap-sikap yang penuh persahabatan dan keramahan.

3.    Tahap inti
Ajukan pertanyaan-pertanyaan secara sistematis. Kemukakan pertanyaan secara singkat dan jelas. Jumlah pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Lakukanlah pencatatan atau perekaman selama wawancara berlangsung.

C.  Jenis-jenis wawancara
1.    Wawancara sertamerta
2.    Wawancara dengan petunjuk umum
3.    Wawancara yang dilakukan

D.  Penyusunan laporan hasil wawancara
Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data bagi suatu tulisan ilmiah. Disamping teknik percobaan (eksperimentasi). Karena itu, setelah proses wawancara itu dilangsungkan, pewawancara dituntut untuk menuangkan hasil wawancaranya itu kedalam sebuah laporan lengkap. Penuangan hasil itu perlu dilakukan sesegera mungkin selama pikiran masih segar untuk mengingat jalannya wawancara. Contoh format pencatatan hasil wawancara :

Narasumber                     : ......Tanggal......
Topik                               : ......Tempat......
Pertanyaan                      : ......
Jawaban                          : ......
Tanggapan                       : ......
Pewawancara                  : ......

E.   Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan hasil wawancara
1.   Penulisan hendaknya memperhatikan kaidah-kaidah baku yang berlaku dalam laporan ilmiah
2.   Penulisan hendaknya tidak melakukan interpretasi yang terlalu jauh (berlebihan) atau hasil wawancara.
3.   Pilihlah data/keterangan yang penting dan relevan dengan masala-masalah yang telah dirumuskan.

4.   Penulisan hendaknya memelihara kerahasiaan dan menjaga nama baik narasumber.

Kamis, 29 Januari 2015

Drama



A.  Pengertian
Drama adalah karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan dengan menampilkan pertikaian/konflik dan emosi ; lewat lakuan dan dialog. Lazimnya dirancang untuk pementasan dipanggung. Drama dapat juga diartikan sebagai ragam sastra dalam bentuk dialog yang dibuat untuk dipertunjukan diatas pentas.

B.  Jenis-jenis drama
1.      Drama tragedi ; drama yang penuh kesedihan.
2.      Drama komedi ; drama berisi sendirian atau kecaman terhadap orang atau keadaan yang dilebih-lebihkan (didramatisir)
3.      Drama tragedi-komedi ; drama penuh kesedihan tetapi ada juga hal-hal yang menggembirakan.
4.      Dagelan atau lelucon ; drama yang menyebabkan penonton tertawa dari awal sampai akhir.
5.      Opera ; drama yang berisi nyanyian dan musik.
6.      Operet ; opera yang lebih pendek.
7.      Pantomim ; drama yang disampikan melalui gerak-gerik atau isyarat saja.

Jika dikelompokkan lebih kecil lagi, jenis drama berdasarkan bentuk dramatisnya ada drama tragedi dan komedi. Berdasarkan bentuk sastra kesanggupannya, dikenal drama prosa, dan drama puisi. Ditinjau dari kuantitasnya dikenal drama mini kata, pantomim, dan drama kata. Berdasarkan penonjolan unsur ceritanya, ada drama tablo sendra tari dan opera. Sedangkan berdasarkan media pementasannya terdapat drama televisi, radio, drama pentas dan drama baca.

C.  Istilah-istilah dalam drama
Dramatisir         : segala sesuatu yang ditampilkan disesuaikan seperti pertunjukan drama.
Drama tablo      : yang dipertujukan tanpa percakapan atau dialog.
Drama baca       : sebuah drama yang tidak cocok ditampilkan diatas pentas namun lebih cocok hanya untuk dibaca saja.
Drama puisi       : drama dalam bentuk puisi atau drama yang sifatnya puitis.
Sendratari          : drama dalam bentuk tarian tanpa adanya dialog. Biasanya diiringi musik atau gamelan.
Drama pentas    : sebuah drama yang cocok untuk dipentaskan.
Opera                : sebuah pertunjukan ditampilkan dengan nyanyian, musik serta tarian-tarian.
Pantomim          : sebuah pertunjukan yang dipertunjukan dengan gerak tubuh tanpa menggunakan suara.

D.  Unsur-unsur dalam drama
1.      Tokoh
Tokoh dalam drama digolongkan dalam beberapa jenis :
a)      Berdasarkan perasaan : tokoh utama, dan tokoh tambahan
b)      Berdasarkan fungsi tampilannya :
-          Tokoh protagonis adalah tokoh utama yang membawa nilai-nilai atau bertingkah laku yang baik dan benar.
-          Tokoh antagonis adalah tokoh yang mempunyai karakter bertentangan dengan tokoh utama.
-          Tokoh tritagonis adalah tokoh pembantu atau piguran.
c)      Berdasarkan pengungkapan wataknya :
-          Tokoh bulat adalah tokoh yang digambarkan secara utuh dan rinci oleh pengarangnya sehingga dapat dibedakan dengan jelas dari tokoh-tokoh lainnya.
-          Tokoh datar adalah tokoh yang digambarkan oleh pengarangnya hanya sekilas saja dari keseluruhan karakter.

2.      Alur
Alur drama adalah rangkaian peristiwa dengan sastra drama yang mempunyai penekanan adanya hubungan sebab-akibat. Drama sebagai karya sastra lengkap, umumnya mengandung 8 tahapan alur yaitu ;
-       Eksposisi/pemaparan
-       Rangsangan
-       Konflik
-       Rumitan
-       Imaxs
-       Kritis
-       Uraian
-       Penyelesaian

3.      Latar
Latar adalah segala sesuatu yang mengacu kepada keterangan mengenai waktu, ruang serta hari. Latar pada drama pementasan biasanya dibuat panggung yang dihiasi dengan dekorasi, seni lukis, tata panggung, seni patung, tata cahaya, dan tata suara.

4.      Dialog
Sebuah drama intinya adalah dialog. Sebagaimana halnya kita mengobrol dalam kehidupan sehari-hari. Bedanya, dialog dalam drama sudah diatur sebelumnya oleh sutradara atau penulis skenario.
Pembaca tidak saja perlu memahami isi naskah, tapi juga harus menghayati dan mampu mendialogkannya sesuai dengan karakter tokoh tersebut. Seorang pembaca drama yang baik dituntut untuk menghidupkan tokoh tersebut secara wajar dan alami.
-       Dialog harus mendukunng peran, harus mencerminkan apa yang tengah terjadi dalam lakon, dan harus pula mengungkapkan pikiran serta perasaan-perasaan para tokoh.
-       Dialog dalam drama harus lebih tertib dari pada percakapan sehari-hari. Para tokoh harus  berbicara jelas dan tepat sesuai dengan yang dimaksudkannya.
-       Para tokoh bisa saja berinpropisasi di alur naskah yang telah ditentukan. Inpropisasi itu dilakukan guna menghidupkan suasana dan menjadikan  dialog itu wajar dan alamiah.
-       Unsur-unsur

E.   Perbedaan drama dengan jenis sastra lain
Ada 2 perbedaan pokok-pokok antara drama dengan sastra lain yakni : pertama, drama pada umumnya ditulis dengan tujuan utama untuk dipentaskan. Kedua, teks drama umumnya mengutamakan dialog atau percakapan para pelakunya. Sedangkan karya sastra lain (prosa, dan puisi), umumnya ditulis untuk dibaca, bukan untuk dipentaskan dan biasanya tidak mengutamakan dialog dan percakapan. Ada beberapa pelatihan yam dapat dilakukan :
1.      Pelatihan membaca
Pelatihan ini dilakukan agar pemain mempunyai penafsiran yang sama terhadap naskah drama. Pemain juga berlatih  membaca naskah dengan suara nyaring.

2.      Pelatihan blocking
Pemain dibiasakan dengan situasi latar sekalipun belum berupa latar sebenarnya dipentas.

3.      Pelatihan menghapal
Pelatihan ini dapat dilakukan sendiri oleh pemain. Waktu pelaksanaannya bebas. Dalam tahap ini seseorang harus dapat menguasai naskah diluar kepala.

4.      Pelatihan lengkap
Dalam tahap ini, semua pendukung harus terlibat dalam latihan ini. Oleh karena itu pemain harus sudah hapal betul teksnya dan adegan-adegan. Menguasai adegan dengan sama-sama.